Kandungan Skincare yang Berbahaya untuk Ibu Hamil – Perubahan kulit terkait kehamilan terjadi pada banyak wanita. Umumnya, hormon yang menjadi penyebab utama bersamaan dengan perubahan pada sistem kardiovaskular dan fungsi kekebalan tubuh selama kehamilan. Ada beberapa orang yang beruntung mengalami kesempurnaan kulit murni selama 9 bulan, namun ada juga yang mengalami satu masalah kulit baru atau memburuk di beberapa titik.

1. Retinoid

Vitamin A adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit, kekebalan tubuh, reproduksi, dan mata yang optimal. Setelah dikonsumsi atau diserap melalui kulit, tubuh Bunda mengubahnya menjadi retinol. Beberapa produk perawatan kulit anti aging juga menggunakan sejenis retinol yang disebut retinoid, yang dapat membantu mengatasi jerawat dan mengurangi garis-garis halus. Retinoid melakukan ini dengan membantu sel-sel kulit tingkat permukaan terkelupas lebih cepat dan meningkatkan produksi kolagen untuk meremajakan kulit. Jumlah retinoid yang di serap oleh produk topikal cenderung rendah, tetapi ketidakteraturan kelahiran di kaitkan dengan dosis yang lebih tinggi. Dengan begitu, semua retinoid tidak di sarankan untuk di gunakan selama kehamilan.

2. Salicylic acid dosis tinggi

Salicylic acid atau asam salisilat adalah bahan umum untuk mengobati jerawat karena kemampuan anti-peradangannya, mirip dengan aspirin. Tetapi sebuah studi tahun 2013 menyimpulkan bahwa produk yang mengandung asam salisilat dosis tinggi, seperti kulit dan obat-obatan oral, harus di hindari selama kehamilan. Sedangkan asam salisilat dosis rendah telah di nyatakan aman oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

3. Hydroquinone

Hydroquinone adalah produk resep untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi kulit yang terjadi akibat melasma dan chloasma, yang bisa di sebabkan oleh kehamilan. Tidak ada hubungan yang terbukti antara cacat bawaan yang parah atau efek samping dari hydroquinone. Tetapi karena tubuh dapat menyerap hydroquinone dalam jumlah yang signifikan di bandingkan dengan bahan lain (35 persen hingga 45 persen), sebaiknya batasi penggunaan nya selama kehamilan.

Baca Juga : Skincare untuk Menghilangkan Bopeng Bekas Jerawat

4. Phthalates

Phthalates adalah bahan kimia pengganggu endokrin yang di temukan di banyak produk kecantikan dan skincare. Dalam penelitian pada hewan dan manusia, disfungsi reproduksi dan perkembangan yang serius telah di kaitkan dengan paparan ftalat. Kosmetik adalah sumber utama paparan phthalate. Phthalate paling umum yang akan Bunda temukan dalam produk kecantikan adalah diethylphthalate (DEP). Phthalates yang biasa di temukan dalam kemasan plastik juga dapat larut ke dalam produk perawatan kulit.

5. Formaldehida

Formaldehida jarang lagi di gunakan sebagai pengawet dan di sinfektan dalam produk kecantikan karena di kenal sebagai karsinogen, dan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan dan keguguran. Tetapi, ada juga bahan kimia pelepas formaldehida yang biasa di temukan dalam kosmetik dengan efek berbahaya yang serupa. Di antaranya adalah bronopol (2-bromo-2-nitropropana-1,3-diol), DMDM hidantoin, diazolidinil urea, hidroksimetilglisinat, imidazolidinyl urea, dan kuarternium-15.